Nama : Isfahani Ilma Nafia
Prodi : D4 Analis Kesehatan
Fakultas : kesehatan
Materi 1
Prof. Yudi Latif, MA., ph.D
Tema : Kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara .
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan yang signifikan di berbagai aspek, yang menimbulkan kekhawatiran yang mendalam. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan sebuah konsep, kemauan, serta kemampuan yang kokoh guna menjaga kebesaran, keluasan, dan keberagaman identitas keindonesiaan.
Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangsa Indonesia dapat dilihat melalui beberapa elemen utama, antara lain:
Pancasila : Sebagai dasar negara yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kelayakan.
Undang-Undang Dasar 1945 : Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : Sebagai bentuk negara yang menegakkan prinsip kesatuan dan persatuan bangsa.
Bhineka Tunggal Ika : Sebagai semboyan yang menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan warga negara dalam mempertahankan negara. Upaya ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
Pendidikan Kewarganegaraan : Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara mengenai hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
Latihan Bela Negara : Ditujukan untuk mengasah kemampuan warga negara dalam mempertahankan negara.
Kampanye Bela Negara : Bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif warga negara dalam bela negara.
Tujuan Bela Negara
Adapun tujuan dari bela negara meliputi:
Melindungi Negara : Dari berbagai ancaman dan gangguan yang dapat mengancam kelangsungan serta keutuhan negara.
Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa : Dengan cara meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga negara dalam bela negara.
Meningkatkan Ketahanan Nasional : Melalui peningkatan kemampuan warga negara dalam mempertahankan negara dan menghadapi berbagai ancaman.
Materi 2
Erisandy Yudhistira
Tema : penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa.
Meningkatkan literasi keuangan sangat penting untuk kesejahteraan mahasiswa. Ini membantu mereka mengelola uang dengan mandiri dan menghindari masalah finansial, yang sering muncul karena biaya kuliah, gaya hidup, dan utang. Literasi keuangan juga mengurangi stres, meningkatkan fokus belajar, dan membentuk kebiasaan baik untuk masa depan.
Strategi Penguatan Literasi Keuangan
Peningkatan literasi keuangan memerlukan kerja sama dari banyak pihak:
Kampus: Perguruan tinggi harus memasukkan materi literasi keuangan ke dalam kurikulum, mengadakan seminar rutin, menyediakan layanan konseling keuangan, dan membangun platform digital berisi kalkulator atau modul belajar.
Mahasiswa: Mahasiswa perlu proaktif mencari informasi, langsung menerapkan pengetahuan, dan bergabung dengan komunitas yang bisa saling mendukung.
Komunitas Mahasiswa: Klub atau komunitas bisa mengadakan program mentoring dan kampanye kesadaran melalui media sosial.
Manfaat Utama
Penguatan literasi keuangan akan membawa dampak positif yang luas:
Kesejahteraan Finansial: Mahasiswa jadi lebih terampil mengelola anggaran, mengurangi utang, dan mulai menabung atau berinvestasi.
Kesejahteraan Akademik: Berkurangnya stres finansial membuat mahasiswa bisa lebih fokus belajar.
Kesejahteraan Mental: Masalah keuangan sering kali memicu kecemasan dan depresi, sehingga dengan literasi keuangan, kesehatan mental bisa lebih terjaga.
Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kuat untuk masa depan, seperti merencanakan karir dan mencapai tujuan jangka panjang.
Meskipun ada tantangan seperti rendahnya minat, solusinya adalah membuat materi lebih menarik dengan pendekatan yang relevan dan praktis. Penguatan literasi keuangan bukan hanya tentang uang, melainkan tentang membentuk generasi yang mandiri dan siap menghadapi masa depan.
Materi 3
Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 Unusa
Tema : Sistem pendidikan tinggi di UNUSA
UNUSA: Kampus Berbasis Nilai Ke-NU-an
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) adalah perguruan tinggi swasta yang berafiliasi dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai lembaga pendidikan, UNUSA memadukan keilmuan universal dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) yang mengutamakan moderasi dan toleransi.
Program Studi dan Sistem Pembelajaran
UNUSA memiliki beragam fakultas, termasuk Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Ekonomi, Sains, dan Hukum. Kampus ini menawarkan program studi mulai dari Diploma (D3) hingga Sarjana (S1) dan Profesi. Sistem pembelajarannya mengikuti standar nasional dengan Sistem Kredit Semester (SKS), kurikulum nasional, serta kurikulum khusus UNUSA yang mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja. Selain itu, UNUSA juga menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Administrasi dan Fasilitas
Sistem penerimaan mahasiswa baru di UNUSA cukup beragam, mulai dari jalur prestasi, ujian mandiri, hingga jalur khusus untuk penghafal Al-Qur'an (Hafidz/Hafidzah). Biaya pendidikan terdiri dari beberapa komponen dan tersedia opsi cicilan serta berbagai jenis beasiswa. Kampus ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium, perpustakaan, rumah sakit pendidikan, dan layanan akademik serta kemahasiswaan.
Jaminan Mutu dan Karakteristik Khusus
UNUSA berkomitmen terhadap penjaminan mutu yang dibuktikan dengan akreditasi BAN-PT. Hal ini memastikan kurikulum dan proses pembelajaran selalu relevan dan berkualitas. Karakteristik utama UNUSA adalah penguatan nilai Aswaja di setiap aspek pendidikan, fokus pada bidang kesehatan, serta lingkungan kampus yang religius dan inklusif.
Materi 4
Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes - Dosen Universitas Airlangga
Tema : Strategi menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk menemukan solusi terbaik
Strategi untuk mengembangkan berpikir kritis agar dapat menemukan solusi terbaik meliputi beberapa langkah utama.
Bangun Pondasi dan Analisis Masalah
Mulailah dengan mempertanyakan segala hal menggunakan teknik 5W1H (What, Why, Who, When, Where, How) untuk mendapatkan gambaran masalah yang jelas. Hindari asumsi dan selalu minta data atau bukti. Setelah itu, analisis informasi dengan memisahkan fakta dari opini dan mengidentifikasi pola atau hubungan sebab-akibat. Anda bisa menggunakan alat bantu seperti diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk menemukan akar masalah.
Gunakan Kerangka Berpikir Terstruktur
Pilih metode yang sesuai untuk menyusun pemikiran Anda. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) bisa digunakan untuk menganalisis situasi, sementara proses DECIDE (Define, Explore, Consequences, Identify, Develop, Evaluate) membantu menyusun langkah-langkah dalam menemukan solusi.
Latih Keterbukaan Pikiran
Carilah perspektif berbeda dengan berdiskusi atau berkolaborasi dengan orang dari latar belakang yang beragam. Bersikaplah terbuka dengan aktif membaca dan mendengarkan argumen dari berbagai sumber.
Evaluasi dan Terapkan Solusi
Tentukan kriteria yang jelas untuk solusi ideal, seperti biaya, waktu, dan risiko. Gunakan alat bantu praktis seperti matriks keputusan atau daftar pro-kontra dengan bobot untuk memilih opsi terbaik.
Asah Keterampilan dan Latihan Konsisten
Lakukan refleksi diri dengan menulis jurnal atau meninjau kembali keputusan yang telah dibuat. Latih kemampuan ini secara konsisten melalui studi kasus atau debat terarah.
Dengan menerapkan strategi ini secara rutin, Anda akan mampu mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi opsi secara objektif, dan memilih solusi terbaik berdasarkan bukti, bukan emosi.
Facebook :
https://www.facebook.com/unusaofficialfb
https://www.instagram.com/unusa_official/
YouTube
https://www.youtube.com/@unusa_official
https://x.com/unusa_official?lang=en
Tiktok
https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar